Kenapa Media Literasi Sangat Penting
Sempat kepikiran untuk menulis artikel ini karena di era digital sekarang, kita banyak dibanjiri informasi dari berbagai arah—seperti media sosial, video, foto, hingga portal berita. Padahal, tidak semua informasi yang kita lihat bisa dipercaya, apalagi dengan maraknya konten hoax dan engagement farming, hingga konten buatan AI. Maka dari itu, di sinilah peran media literasi menjadi sangat penting.
Sebelum kita membahas kenapa media literasi sangat penting, aku akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu media literasi. Jadi, media literasi adalah kemampuan seseorang untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan media, seni, atau sastra dalam berbagai medium—seperti menulis, copywriting, bahkan jurnalistik juga termasuk.
Di sinilah alasan mengapa media literasi sangat penting. Karena kita, sebagai konsumen, tidak hanya menjadi “konsumen” pasif saja, tetapi juga mampu berpikir kritis (critical thinking) terhadap apa yang kita baca, tonton, dan dengar.
Ada banyak cara untuk meningkatkan media literasi, misalnya dengan lebih banyak mengonsumsi berbagai karya dari beragam genre dan cerita, atau bahkan media yang bertentangan dengan nilai moral dan pandangan kita. Tujuannya adalah agar kita bisa mengevaluasi dan menganalisis media tersebut untuk melatih kemampuan berpikir kritis.
"Emangnya pentingnya media literasi dalam kehidupan kita tuh apa sih?"
Itu pasti pertanyaan yang ada di pikiran kalian ketika membaca artikel ini. Simpelnya, media literasi itu sangat membantu kita untuk bisa mempertanyakan sumber informasi, mengenali bias, dan membedakan fakta dari opini atau hoax.
Mindset ini penting banget di era digital seperti sekarang, karena mendorong kita untuk tidak langsung percaya, tapi mencoba memverifikasi kredibilitas sumber atau mencari sudut pandang lain agar bisa memahami perspektif yang berbeda. Sikap ini tidak hanya berlaku di dunia digital, tapi juga di dunia nyata, di mana kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam pengambilan keputusan yang rasional dan bertanggung jawab, baik dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun diskusi publik.
Oleh karena itu, mari kita tingkatkan media literasi kita agar tidak mudah terjebak dalam hoax atau disinformasi. Media literasi juga berguna dalam pekerjaan yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), serta dapat meningkatkan nuanced thinking, yaitu kemampuan untuk melihat suatu isu dari berbagai sudut pandang agar pemikiran kita tidak stagnan.
Terima kasih sudah membaca artikelnya! Semoga tulisan ini bermanfaat. Kalau aku pribadi, lebih suka meningkatkan media literasiku dengan mengonsumsi media transgressive (taboo genre), karena banyak dari media transgresif sering kali bertentangan dengan ideologi dan nilai moral yang aku anut.
Hal ini mendorong aku untuk mencoba melihat dari perspektif lain dan lebih terbuka (open-minded) terhadap hal-hal yang asing atau yang bertentangan dengan pandangan yang aku percayai.